Hidup ini emang penuh dengan
ketidakadilan. Tak jarang, manusia banyak yang mengeluh ketika realita nggak sesuai
dengan apa yang ia harapkan. Kalau udah seperti itu emang nggak mudah untuk
dilalui. Kita harus berjuang melawan rasa marah, kesal, kecewa yang kita
rasakan, dan aku ngerti banget kalau hal itu emang menyakitkan. Tapi, ya mau
gimana lagi, inilah dunia dengan segala hal yang nggak bisa kita kontrol.
Emang bener sih kata Honne, Life’s gonna be little bit shit di dalam
lagunya Crying Over You. Hidup emang
sedikit menyebalkan. Mungkin karena manusia punya sisi egois sehingga ketika nggak
mendapatkan apa yang diinginkannya, maka hidup terasa tak adil baginya. Tapi
apakah salah jika kita merasa seperti itu?
The
annoying moment is when you hope for the happy ending but not ready for the
worst thing. Emang sih kita selalu mengharapkan akhir yang bahagia, tapi
nggak selalu siap untuk kemungkinan terburuknya. Berharap aja nggak cukup kalau
nggak ada usaha lebih. But, have you ever
been in this situation? When you have a
strong belief with your choice but on the other hand you exactly don’t know how
much more you can go through because something that you can’t deal with. Anyway,
all you want is just escape for a while to free your heart of the bugs inside.
Pernah nggak sih kamu berada di
situasi di mana kamu sangat yakin terhadap sesuatu hal, sesuatu yang menurutmu
cocok untuk kehidupanmu yang lebih baik sehingga kamu pengen banget buat
ngedapetin itu. Tapi di sisi lain ada sebuah tembok sangat besar yang berdiri kokoh
hingga menutupi jalanmu untuk mendapatkan sesuatu itu. Dan tanpa disadari, lambat laun tembok raksasa itu mulai mengikis
rasa percaya dirimu terhadap sesuatu hal yang ingin kamu dapatkan itu. Lalu
apa yang harus kamu lakukan? Menyerah begitu saja atau berusaha untuk
menghancurkan tembok raksasa itu? Aku yakin pasti kamu bakalan susah banget
buat memutuskan pilihan.
Seandainya melarikan diri adalah cara
yang terbaik dari menyelesaikan masalah, pasti kita nggak perlu overthinking ataupun insecure. Tapi sayang, masalah emang
bener-bener nggak bisa dihindari. Sejauh apapun kita pergi, ia akan selalu
menemani selagi kita belum menyelesaikannya karena masalah ada di dalam diri
kita, bukan di suatu tempat sehingga kita bisa lari gitu aja. Terima dan
selesaikanlah.
Komentar
Posting Komentar