Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Puisi Tanpa Judul

Kepada jarak  Terima kasih telah menghukumku dengan sebuah kerinduan   Kata orang, rindu itu membuat air mata tak henti untuk jatuh   Rindu membuat  otak tidak henti untuk berpikir Dan lebih kejamnya, rindu membuat seseorang membenci orang lain  Tapi lihatlah, pada rindu yang tak pernah bersua dengan pemiliknya  Sekarang telah usang, menjamur dan bahkan membusuk  Apakah masih pantas untuk bersua?  Kepada rasa sepi  Terima kasih telah menghadirkan sebuah ketenangan  Ketenangan ini mengantarkanku pada sebuah kenyamanan  Kenyamanan  membuatku menemukan arti dari sebuah kesendirian  Kesendirian tidak selamanya membuat seseorang terpuruk  Karena waktu bersama “aku” tidak akan mempertemukan pada sebuah rasa kecewa Dibandingkan waktu bersama orang dengan “persona” yang ia kenakan Kepada senja  Terima kasih telah mengajarkan arti dari sebuah kehilangan  Bahwa semu...

Halaman 21

Mungkin benar kata sebagian orang yang punya prinsip bahwa dirgarahayu itu bukan waktu untuk bersenang-senang melainkan waktu untuk merenung. Dan pagi ini di halaman 21 sempat terpikirkan di otakku “aku udah ngapain aja selama ini?” lalu otakku sendiri yang jawab “gatau yan”. That’s sound bad, right? Aku ngerasa bahwa selama ini aku hidup, aku belum melakukan perubahan dalam diri aku. Aku masih dikenal dengan Dian yang nggak percaya diri, Dian yang masih hobi nangis, Dian yang nggak punya banyak temen dan Dian Dian yang sama aja dari waktu ke waktu. Sampai temen lama tuh pada bilang  "kamu itu lo yan kok nggak berubah dari dulu”. Lantas aku mikir “iya ya, terus selama ini aku ngapain aja?” Sejauh ini aku melangkah, aku belum pernah tuh nemuin yang namanya passion dalam diri aku. Disaat orang lain tahu kemana mereka akan menapakkan kakinya setelah lulus kuliah, aku hanya bisa merenung dan bergelut dengan inner self-talk ku  “kamu mau kemana setelah ini yan?”  “ci...