Langsung ke konten utama

Puisi Tanpa Judul

Kepada jarak 
Terima kasih telah menghukumku dengan sebuah kerinduan  
Kata orang, rindu itu membuat air mata tak henti untuk jatuh  
Rindu membuat  otak tidak henti untuk berpikir
Dan lebih kejamnya, rindu membuat seseorang membenci orang lain 
Tapi lihatlah, pada rindu yang tak pernah bersua dengan pemiliknya 
Sekarang telah usang, menjamur dan bahkan membusuk 
Apakah masih pantas untuk bersua? 

Kepada rasa sepi 
Terima kasih telah menghadirkan sebuah ketenangan 
Ketenangan ini mengantarkanku pada sebuah kenyamanan 
Kenyamanan  membuatku menemukan arti dari sebuah kesendirian 
Kesendirian tidak selamanya membuat seseorang terpuruk 
Karena waktu bersama “aku” tidak akan mempertemukan pada sebuah rasa kecewa
Dibandingkan waktu bersama orang dengan “persona” yang ia kenakan

Kepada senja 
Terima kasih telah mengajarkan arti dari sebuah kehilangan 
Bahwa semua yang datang pada akhirnya akan pergi 
Termasuk senja dengan warna jingga yang memanjakan mata 
Tetap tega menenggelamkan diri disaat aku masih ingin melihatnya 
Senja sama halnya dengan manusia 
Ia hadir untuk menyapa 
Dan Ia ada untuk menemani 
Tapi  semua itu seperti halnya kedipan mata
Sekejap lalu sudah 
Tak perlu untuk ditangisi 
Esok, lusa, masih akan ada senja dengan berbagai warna yang ia miliki 

Dan yang terakhir 
Terima kasih kepada waktu 
Yang telah menyembuhkan segalanya 
Waktu dapat membawa kita pada perubahan  
Tergantung bagaimana kita memperlakukannya 

Dan kini..
Tidak ada lagi rindu yang usang, menjamur dan membusuk 
Tidak ada lagi kebencian atas rasa sepi
Dan tidak ada lagi alasan untuk tidak mengagumi senja
Terima kasih pada setiap detak jantung jam dinding 
Yang selalu mengingatkanku bahwa 
Waktu bukan teman untuk berdiam diri 
Waktu bukan tempat untuk menunggu 
Tapi waktu adalah kesempatan untuk berlari.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tom-Tomen" merupakan sesuatu yang wajar kan?

Tulisan ini dibuat setelah beberapa minggu yang lalu aku kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Seseorang yang dulu ketika aku masih sekolah dasar, pernah mengantarku berangkat sekolah menggunakan payung karena saat itu hujan deras sedang mengguyur. Kami  menyusuri jalanan menuju sekolah dengan  jalan kaki berdua. Tangan kanannya ia gunakan untuk memegangi payung yang dia arahkan diatas kepalaku supaya aku tidak kehujanan sedangkan tubuhnya hanya terlindungi sebagian saja dari payung sehingga baju dibagian punggungnya terkena hujan namun ia tidak begitu menghiraukannya. Lantas  tangan kirinya memegang erat tanganku  supaya aku tidak terpeleset karena jalanan licin.  Ketika terima rapor atau rapat orang tua siswa  dia yang selalu datang ke sekolah dengan membawa sepeda onthel. Selalu begitu, kemana-mana naik sepeda onthel, karena fisiknya masih kuat dan terkadang aku diboncengnya ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Namun, dulu aku ha...

Book Review - The Little Handbook For Big Career

  Pada postingan ini, saya akan memberikan ulasan buku "The Little Handbook For Big Career" yang ditulis oleh Ibu Riffa Sancati, seorang Founder dan CEO   The Lens Story . Buku #thelittlehandbook banyak membantu saya untuk menemukan versi terbaik dalam diri saya untuk dapat membangun karier yang saya inginkan. Dalam buku ini, Ibu Riffa menyadarkan saya bahwa dari hal-hal kecil yang bahkan terkadang saya anggap sepele, ternyata itu bisa mendatangkan manfaat besar dalam hidup saya.    Buku ini terdiri dari 10 bab yang bahasannya sangat komplit mulai dari masa-masa sebelum terjun ke dunia kerja, bagaimana untuk meraih sukses dalam pekerjaan kita, hingga bagaimana memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Banyak insight yang saya dapatkan dari buku ini, beberapa diantaranya yaitu mengenai passion, mindset, investment, dan resilience.   Di bagian awal buku ini membahas mengenai passion .Ibu Riffa menjelaskan dengan sangat apik tentang bagaimana pengaruh passion d...

HYPOPHRENIA

Suatu ketika, kamu melihat teman kamu nampak begitu murung,  tidak seperti biasanya. Lantas kamu bertanya kepada dia  karena penasaran “Kamu kenapa?” kemudian dia hanya menjawab “sedih”. Basa basi kamu bertanya lagi “sedih kenapa?” dan hanya satu kata yang terlontar dari mulutnya “gatau”. Tidak tahu adalah jawaban andalan seseorang yang kebingungan mendeskripsikan perasaannya. Berdasarkan pengalaman dan browsing-browsing di internet, orang yang tiba-tiba sedih tanpa tahu latar belakang yang membuat ia sedih itu bisa dibilang bahwa dia sedang HYPOPHRENIA. Yep, definisi Hypophrenia sendiri adalah perasaan sedih tanpa alasan. Padahal nih awalnya kamu merasa seneng eh tiba tiba hatimu merasa ngondok, nyesek, kesel, kecewa, dan bahkan sampai kamu nangis secara tiba-tiba tanpa kamu tahu mengapa hal itu bisa terjadi.  Biasanya sih hypophrenia hanya terjadi dalam waktu satu hari. Nah, untuk mengatasi serangan hyphophrenia ini menurut saya bisa dilakukan dengan self-healing. Me...