![]() |
Photo by codypboard on unsplash.com |
“Jomlo banget sih nonton sendirian di bioskop!”
“Ada masalah ya di rumah kok sering
nongkrong sendiran di kafe?”
“Kamu nggak punya temen kah kok ke
mana – mana sendirian?”
Pernah nggak sih kalian mendengar
kalimat-kalimat seperti itu dari orang lain hanya karena melihat kalian
melakukan segala sesuatu sendirian ? Seolah-olah dengan ucapan-ucapan seperti
itu membuat kalian dipandang sebagai orang yang paling kasihan di dunia. Padahal
apa yang mereka bilang itu belum tentu sama seperti apa yang kita rasakan. Mungkin
bagi mereka hanya karena mereka merasa perbuatan kita itu tidak sesuai dengan
diri mereka atau dengan yang kebayakan orang lakukan, membuat mereka bisa
seenaknya saja menilai bahwa kita salah.
Sebagai mahkluk sosial, kita memang
tidak bisa hidup tanpa orang lain. Dalam keseharian pun kita selalu hidup
berdampingan dengan mereka. Namun, apakah wajar apabila kita dianggap aneh
ketika melakukan suatu hal yang berbeda dari kebanyakan orang? Seperti halnya
ketika kita memutuskan untuk menonton bioskop atau nongkrong di kafe sendirian.
Mungkin orang-orang menganggap bahwa dua aktivitas tersebut akan terasa
menyenangkan apabila dilakukan bersama dengan banyak orang. Namun, bagi
sebagian orang hal itu tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lain. Apalagi setiap orang
memiliki kebutuhan masing-masing di setiap waktu yang tentunya tidak dapat
disamaratakan.
Tidak semua kenyamanan berasal dari
luar diri kita. Terkadang, ada beberapa orang yang membutuhkan waktu bersama
dengan dirinya sendiri untuk berdialog dengan pikiran mereka. Ada kebutuhan
untuk merecharge energi setelah seharian lelah dengan rutinitas pekerjaan atau lelah
dengan orang-orang yang memang tidak bersahabat. Jadi, menonton bioskop sendiri
atau makan sendiri di kafe bukan berarti menandakan bahwa seseorang itu
kesepian atau tidak punya teman. Kita tidak pernah tahu darimana kebahagiaan
orang lain datang. Oleh karena itu, kita harus bisa saling memahami perasaan
satu sama lain. Mungkin bagi kita, kesendirian hanya akan mendatangkan
kesedihan, tapi belum tentu hal itu berlaku bagi orang lain. Bagaimana jika
mereka justru menikmati hal itu? We have
to put our feet in others shoes, right?
Yuk, biasakan untuk tidak menilai
buruk seseorang hanya karena mereka melakukan sesuatu yang ‘menurut kita’ tidak
pantas untuk dilakukan. Karena apa yang menjadi ‘menurut kita’ tidak sepenuhnya
dapat digeneralisasikan secara umum. Sebagai mahluk individu yang hidup
berdampingan dengan banyak orang, kita harus belajar untuk menilai sesuatu dari
sudut pandang orang lain. Dengan begitu, kita akan lebih bijak dalam menilai
suatu hal dan tentunya akan lebih dihargai oleh orang lain.

Komentar
Posting Komentar