![]() |
| Photo by Adrian Fernandez on unsplash.com |
Di tahun 2020 ini mungkin kita nggak asing lagi dengan istilah BUCIN atau Budak Cinta. Kata itu sering banget dilabelkan ke orang-orang yang rela berkoban dengan melakukan segala hal demi membahagiakan orang yang mereka cinta. Bahkan terkadang secara nalar, tindakan yang dilakukan mereka itu nggak logis. Contohnya aja nih, ada cewek yang naksir sama cowok. Nah, si cewek ini tuh tahu tentang dua kriteria penting yang harus dimiliki cewek yang mau menjadi pasangannya, yakni harus memiliki kulit putih dan badan langsing. Padahal dua hal itu bertentangan banget dengan kondisi si cewek pada saat itu. Alhasil, si cewek rela menghabiskan uang berjuta-juta hanya untuk membeli obat pemutih badan dan penurun berat badan. Nah, kalau kayak gitu nggak logis kan? Kenapa sih harus (memaksakan) merubah diri sendiri hanya untuk mendapatkan kesan positif dari orang lain?
Mungkin kita sering mengklaim bahwa apa yang telah kita lakukan untuk diri kita adalah suatu bentuk self-love dengan berlindung di balik kalimat “untuk perbaikan diri”. Tapi, kita perlu banget nanya ke diri sendiri, apakah hal yang sedang kita lakukan itu adalah keinginan dari diri sendiri atau hanya karena ingin mendapatkan perhatian orang lain? Banyak orang yang udah tahu apa itu self-love, tapi nggak semua orang paham akan maknanya.
Lalu, sebenarnya apa sih self-love itu?
Pada intinya, self-love adalah bagaimana cara kita untuk mencintai dan memperlakukan diri kita sendiri. Sebagai manusia kita pasti ingin memperoleh kebahagiaan dengan mendapatkan apa yang kita inginkan, misalnya aja pasangan. Banyak orang yang mungkin sering bertanya :
“Gimana sih cara buat ngedapetin hati dia? Gimana ya cara buat mencintai dia? Gimana cara membuat dia nyaman sama aku?”
Nah, dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang muncul di pikiran, kita menjadi sering lupa untuk menanyakan pada diri kita “Gimana sih cara untuk mencintai diriku sendiri?”
Padahal, kita tidak pernah bisa mencintai orang lain ketika kita belum bisa mencintai diri sendiri.
Menurut pendapat yang dikemukakan oleh Sarah-Len Mutiwasekwa, seorang mental health advocate pada artikelnya yang termuat dalam Psychology Today bahwa self-love itu terdiri dari beberapa aspek, yaitu: Self-Awareness, Self-Worth, Self-Esteem, dan Self-care. Jika kita tidak memiliki salah satu dari keempat aspek ini, maka kita tidak sepenuhnya memiliki self-love dalam diri kita.
SELF-AWARENESS
Self-awareness atau kesadaran diri adalah upaya diri kita untuk menyadari proses pemikiran kita dan bagaimana pengaruhnya kepada perasaan kita sehingga nantinya akan berdampak pada perilaku kita.
Self-awareness ini membantu kita untuk mengenali diri kita. Kita bisa belajar untuk mengenali lebih dalam tentang perasaan yang sedang kita rasakan. Kita menjadi tahu apa sih yang membuat kita bahagia? Mengapa kita bisa merasa bahagia karena hal itu? Menurut Sarah-Len, Self-Awareness itu adalah kunci untuk meningkatkan kecerdasan emosi. Dengan memiliki self-awareness kita menjadi tahu gimana sih cara untuk merespon setiap emosi yang sedang kita rasakan sehingga nantinya kita dapat mengambil tindakan yang tepat.
Salah satu cara untuk meningkatkan self-awareness adalah dengan journaling. Kita bisa menuliskan hal apa yang udah kita lalui selama seharian dalam sebuah cerita. Dalam cerita itu kita bisa menuliskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku kita dalam menjalani hari sehingga dari cerita kita itu bisa menjadi bekal kita untuk menjalani hari-hari selanjutnya dengan lebih aware.
SELF-WORTH
Beberapa orang (termasuk aku) masih sering membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Hal itu menyebabkan kita selalu merasa bahwa kita memiliki banyak kekurangan dibandingkan dengan orang lain yang memiliki banyak kelebihan. Namun, mungkin kita lupa untuk menyadari bahwa setiap manusia itu terlahir dengan segudang potensi yang ada pada dirinya. Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan juga kelemahan, tetapi kenapa sih kita selalu fokus pada kekurangan aja?
“Aku mah apa atuh cuma pasir pantai yang di injek-injek dan mudah tersapu oleh ombak”
“Aku kan gendut, nggak kayak kamu yang kurus langsing. Wajarlah kalau dia lebih suka sama kamu”
Sering banget kita mengucapkan kalimat-kalimat yang seolah merendahkan diri kita sendiri. Padahal kita selalu nggak terima kalau ada orang yang ngerendahin kita. Namun, ternyata tanpa kita sadari kita juga masih sering ngerendahin diri sendiri, kan?
Self-worth adalah keyakinan yang kita miliki tentang diri kita. Kita percaya bahwa kita terlahir dengan potensi yang sampai saat ini dan kapan pun akan kita miliki. Kita harus tahu dan memahaminya. Kita yakin bahwa kita memang memiliki kekurangan tapi kita juga memiliki kelebihan yang harus kita explore untuk menjadi kekuatan kita.
SELF-ESTEEM
Self-esteem adalah hasil dari adanya self-worth. Hal yang perlu kita pahami dari self-esteem adalah DIRI KITA ITU SANGAT BERHARGA DARI APAPUN. Ketika kita percaya dan menyadari bahwa diri ini berharga maka dengan sendirinya kita akan memperoleh self-esteem dengan adanya pencapaian dan kualitas diri yang kita miliki. Jadi, untuk meningkatkan self-esteem kita harus berlatih untuk meningkatkan self-worth. Dimulai dari keyakinan-keyakinan positif bahwa kita memiliki kelebihan yang dapat kita asah. Adanya keyakinan-keyakinan itu dapat membuat kita percaya bahwa kita mampu menjadikan diri kita lebih berkualitas sehingga dapat meraih pencapaian. Merasa puas dan nyaman dengan diri sendiri dengan apa yang kita miliki akan mempermudah kita untuk meraih self esteem. Yuk, kita tingkatkan kualitas diri kita dengan mengenali terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan yang kita miliki.
SELF-CARE
Self-care adalah cara kita untuk menjaga diri kita agar tetap sehat secara fisik maupun psikis. Hal ini sebenarnya mudah buat dilakukan dibandingkan dengan ketiga aspek lain. Self-care dapat dilakukan dengan berolahraga secara rutin, melakukan hobi seperti menonton film, membaca buku, berkebun, dan lain sebagainya. Self-care yang tidak kalah penting yang harus kita lakukan adalah makan makanan bergizi secara rutin, apalagi kalau perut udah keroncongan.
Nggak mau kan dikatain orang “Ih, badan kamu kok kurus banget? Makannya nggak teratur ya?”
Terkadang kita lupa makan karena mager kalau udah rebahan. Selain itu juga males masak dan mager beli makan diluar. Kalau beli via online bingung milih menunya yang bejibun dan nggak tahu juga enak atau enggaknya. Jadinya, males makan deh. Self-care pun jadi nggak terpenuhi, huhuhu.
Tapi, jangan bersedih ya teman-temanku. Aku punya solusinya nih buat kamu yang punya masalah seperti di atas. Kebetulan banget aku jualan makanan buat memenuhi kebutuhan self-care kamu! Ada RICEBOWL AYAM KATSU yang pastinya bergizi banget karena mengandung berbagai zat yang dibutuhin oleh tubuh mulai dari karbohidrat, lemak, protein, hingga vitamin. Varian rasanya ada banyak loh, yuk cobain! Harganya juga terjangkau kok. Buat kamu yang ada di area Solo kalau kamu mager keluar rumah, kita ada delivery order loh! Kamu hanya tinggal order lewat Whatsapp kita di nomor 085867974733. Nah, setelah itu kita anter deh ke tempat kamu! Praktis kan?
Yuk, kepoin dulu menu-menunya di instagram kita @dikenyangindulu atau
klik link https://www.instagram.com/dikenyangindulu/
Dikenyangin Dulu, “Always Support Your Self-Love”
![]() |
| Photo by Dikenyangin Dulu |
Jadi, secara kesuluruhan self-love itu sangat penting banget untuk kita dalam melakukan berbagai hal. Daripada menjadi bucin sama orang lain mendingan bucin sama diri sendiri, bukan? Because you can't love someone before you love yourself.


Komentar
Posting Komentar