Hai,
happy Sunday teman-teman! Hari ini
aku mau berbagi sedikit cerita nih tentang hariku pada hari ini. Sebenarnya apa
yang akan aku ceritakan ini bukan cerita di hari minggu ini karena kemarin
kondisiku tidak memungkinkan untuk berlama-lama di depan laptop sehingga baru
bisa aku lanjutin sekarang.
Nggak
kerasa ya weekend udah tiba. Aku
seneng banget tiap kali berjumpa dengan weekend
karena aku bisa bebas melakukan aktifitas di luar rutinitasku sehari-hari. Biasanya
kalau weekend gini aku hanya
menghabiskan waktu dengan nonton drama korea, tapi hari ini alhamdulillah aku bisa produktif karena
dapet orderan katsu sama roti. Oh iya, sebelumnya aku mau cerita sedikit nih
tentang bisnis yang sedang aku jalanin sekarang ini. Jadi, semenjak setahun
yang lalu aku bekerja sebagai staff personalia di sebuah hotel dekat rumah.
Tapi, semenjak ada pandemi ini, sebagai
karyawan aku pun terkena dampaknya. Karyawan di hotel tempat aku bekerja mendapatkan
pemotongan hari kerja. Jadi, semenjak pandemi ini aku lebih sering merasa gabut
di rumah. Nggak cuma aku, kakakku yang bekerja di hotel yang berbeda pun juga
terkena dampak pandemi ini bahkan kakakku is
totally dirumahkan. Nah, terus kita berdua mikir nih buat bikin bisnis biar
bisa survive. Alhasil, muncullah ide
untuk bikin bisnis kuliner dengan menu ayam katsu aneka rasa yang dikemas dalam
ricebowl. Kalau temen-temen kepo
seperti apa sih produk yang aku bikin bareng kakakku, bisa kalian kunjungi instagram kita ya di @dikenyangindulu.
Nah, bisnis aku yang kedua adalah jadi reseller
roti yang saat ini lagi hits, “Special
Korean Garlic Cheese Bread” kalau di tekuni bisa lumayan sih hasilnya, bisa
buat nambah isi dompet di saat nggak ada pendapatan yang tetap kayak gini.
Namanya
juga orang jualan, kalau dapet orderan banyak pasti seneng dong. Nah, hari
sabtu kemarin alhamdulillah aku dapet
orderan katsu sama roti lumayan banyak. Pagi hari, ibu bilang sama aku, katanya
aku suruh masak di warung aja. Tapi, aku nggak mau dan pilih masak di rumah.
Jadi, yaudah deh pagi itu aku udah mulai ribet nyiapin segala macem di rumah. Nah,
pas tinggal nge-goreng ayam aja kok tiba-tiba aku ngerasa harus nge-goreng di
warung. Alhasil, yaudah deh aku bawa semua bahan dan barang yang diperlukan ke
warung. Sampai di warung, sebelum nge-goreng ayam, aku beli jamu dulu karena
hari itu aku mens hari pertama. Jadi, kalau mens aku rutin minum jamu buat
ngeredain nyeri. Nah, setelah minum jamu, baru deh aku mulai beraktifitas di
dapur warung. Selesai goreng ayam, tinggal plating.
Karena aku lupa bawa saos yang udah aku siapin, jadi aku harus pulang ke rumah
buat ngambil lalu balik lagi ke warung dengan jalan kaki karena jarak lumayan
dekat.Tapi, cuaca hari itu begitu panas banget, bikin males keluar. Tapi, mau
gimana lagi karena kakakku kerja, jadi aku yang handle orderannya sendiri. sampai di warung, aku mulai plating. Setiap kali mens aku selalu
merasa sakit perut, tapi hari itu beda. Perutku tiba-tiba sakit nggak karuan. Nyeri
yang nggak kayak biasanya, ditambah lagi badanku yang sedikit keringetan
dingin. Badanku lemes dan aku mencoba bertahan dengan posisi jongkok. Ibu
memberiku segelas teh hangat, aku pun meminumnya. Perutku terasa sakit, aku
langsung berlari ke kamar mandi. Di kamar mandi aku mendadak muntah
sejadi-jadinya dan ditambah keringat dingin yang keluar semakin banyak. Ya Allah, perasaan kemarin aku baik-baik
aja, tapi sekarang kenapa kayak gini?
Hari
itu aku benar-benar menjadi manusia yang nggak berdaya yang hanya bisa pasrah
dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku masih beruntung banget, ada
manusia bernama Ibu yang menolongku saat itu. Aku nggak bisa bayangin gimana
jadinya kalau aku jadi masak di rumah. Kalau hal seperti itu terjadi, siapa
yang akan menolongku? Karena di rumah enggak ada orang. Jadi, apakah kemarin
ibu menyuruhku untuk masak di warung adalah sebuah warning yang Allah kasih ke aku lewat ibu? Aku nggak tau. Yang
jelas aku bersyukur banget dengan kejadian hari itu karena membuatku tersadar
akan pentingnya kesehatan. Selama ini aku selalu abai dengan kesehatanku. Makan
nggak teratur, puasa senin-kamis tanpa sahur, sering makan snack yang pedes
padahal belum makan nasi, dan masih banyak lagi sampai udah banyak orang ngomel
soal badanku yang terlalu kurus. Tapi, aku selalu mengabaikan mereka dengan
berkata “gapapa kurus, yang penting sehat”. Sekarang aku baru sadar bahwa
ketika tubuh kita tidak memberikan respon sakit saat kita mengabaikan
kesehatan, itu bukan berarti tubuh sedang baik-baik saja. Dia bisa saja
memberikan respon di kemudian hari bahkan di saat yang nggak terduga.
Memang benar kata orang bahwa hidup itu misteri yang tidak bisa diprediksi. Hari ini kita sehat, tapi besok belum tentu kita juga sehat. Kalau Allah sudah berkehendak, semuanya bisa saja terjadi. Jadi, ceritaku hari ini ingin mengajak temen-temen buat lebih aware dan care lagi terhadap kesehatan tubuh kita. Kalau sakit itu bener-bener nggak enak banget, nggak bisa ngapa-ngapain, nggak bisa makan sesuka hati, pokoknya ngebosenin deh. Apalagi kesehatan itu penting dan mahal kan. Jadi, yuk kita lakukan self-care dengan menyayangi dan menjaga tubuh kita agar tetap sehat!
Take care of your health before you regret guys!
Komentar
Posting Komentar