Langsung ke konten utama

Berubah atau Punah




“It is not the strongest of the spesies that survives nor the most intelligent. It is one that most responsive to change.” – Charles Darwin
Sepenggal quote di atas merupakan salah satu quote yang diutarakan oleh tokoh yang terkenal dengan teori evolusi yakni Charles Darwin. Apabila ditelaah lebih dalam, quote tersebut sangat relate banget dengan kondisi yang kita alami sekarang ini di mana wabah COVID-19 memberikan dampak yang begitu besar bagi kehidupan di bumi. Adapun pesan yang dapat kita petik dari quote ini tuh kurang lebihnya kayak gini:
“Orang yang mampu bertahan bukanlah orang yang paling kuat atau orang yang paling pandai sekalipun, melainkan orang yang peka terhadap perubahan.”  
Seperti yang kita tahu bahwa dunia ini sedang mengalami perubahan yang sangat drastis. Pandemi COVID-19 telah membawa dampak yang begitu besar pada setiap sektor kehidupan. Terutama pada sektor industri. Banyak perusahaan yang collapse dan mengakibatkan karyawan banyak yang dipotong gaji, unpaid leave, dan bahkan PHK. Hal itu mengakibatkan semakin meningkatnya angka pengangguran. Sedangkan, di situasi seperti ini lapangan pekerjaan pun akan semakin menyempit.

Jadi, dalam kondisi yang serba sulit ini sebenarnya kita dihadapkan dengan dua pilihan : BERUBAH atau PUNAH. Lantas siapa aja sih orang yang tergolong mampu untuk bertahan di tengah situasi yang seperti ini?

Kita tidak butuh kekuatan untuk bertahan jika kekuatan itu hanya kita miliki tanpa kita gunakan untuk berjuang melawan kesulitan hidup. Kita juga tidak butuh kepintaran jika ilmu yang kita miliki hanya kita simpan di dalam otak tanpa kita gunakan untuk mengatasi masalah hidup yang kita punya. Tapi yang kita butuhkan adalah kemauan untuk berubah. Berubah untuk bertahan.
Menjadi kuat dan pintar pun tidak cukup untuk bertahan jika tidak tanggap dengan adanya perubahan.“Positive mind and action” adalah dua dari banyak kunci untuk dapat bertahan. Jadi, ubahlah cara pandang kita dalam menyikapi setiap masalah yang hadir dalam hidup. Pandanglah segala kesulitan dengan sudut pandang yang positif. Everything has a reason, right?. Segala sesuatu yang hadir dalam hidup kita itu pasti ada alasannya, termasuk juga dengan segala macam peristiwa-peristiwa negatif yang menimpa. Latihlah mindsetmu untuk selalu berpikir positif.

Contohnya aja nih, daripada berpikir kayak gini :
“Kenapa harus aku yang kena PHK, nggak tau apa kalau kebutuhan hidupku tuh banyak. Terus sekarang aku harus ngapain coba? Masak iya mau jualan? Kalau laku sih nggakpapa, kalau enggak? Bisa rugi dong, malu juga sama tetangga”
Mending kayak gini :
“Tidak apa-apalah aku kena PHK, aku yakin perusahaan pasti punya alasan tersendiri. Toh nggak cuma aku doang yang ngalamin ini. Aku pasti bisa melewati cobaan ini. Daripada berdiam diri, lebih baik aku mencoba cara lain untuk mencari penghasilan biar anak istriku bisa makan. Aku yakin pasti ada jalan.”
Nah, dari perbedaan cara berpikir ini tentunya akan membedakan action yang akan dilakukannya. Hal ini dikarenakan pikiran manusia itu menentukan bagaimana perilaku mereka kedepannya. Jadi, ketika dari awal kita berpikir negatif maka perilaku kita pun juga tidak akan membuat kita memperoleh hasil yang maksimal. Berbeda ketika kita memiliki pemikiran yang positif maka usaha yang kita peroleh pun insyaallah akan berbuah manis karena pikiran yang positif akan mendorong kita untuk berbuat hal yang positif pula.
Apa yang mampu membuat diri kita bertahan sekarang ini tergantung bagaimana kita menyikapi setiap kejadian yang kita alami kok. Kalau kamu mau berubah dengan berbekal positive mind dan action pasti akan ada jalan. Lebih baik buatlah suatu perubahan sekarang dengan caramu sendiri daripada menanti adanya perubahan yang kita tidak tahu pasti kapan akan terjadi.
Allah telah berfirman :
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d : 11)
Jadi, apa kamu masih ragu berubah untuk bertahan?  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tom-Tomen" merupakan sesuatu yang wajar kan?

Tulisan ini dibuat setelah beberapa minggu yang lalu aku kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Seseorang yang dulu ketika aku masih sekolah dasar, pernah mengantarku berangkat sekolah menggunakan payung karena saat itu hujan deras sedang mengguyur. Kami  menyusuri jalanan menuju sekolah dengan  jalan kaki berdua. Tangan kanannya ia gunakan untuk memegangi payung yang dia arahkan diatas kepalaku supaya aku tidak kehujanan sedangkan tubuhnya hanya terlindungi sebagian saja dari payung sehingga baju dibagian punggungnya terkena hujan namun ia tidak begitu menghiraukannya. Lantas  tangan kirinya memegang erat tanganku  supaya aku tidak terpeleset karena jalanan licin.  Ketika terima rapor atau rapat orang tua siswa  dia yang selalu datang ke sekolah dengan membawa sepeda onthel. Selalu begitu, kemana-mana naik sepeda onthel, karena fisiknya masih kuat dan terkadang aku diboncengnya ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Namun, dulu aku ha...

Book Review - The Little Handbook For Big Career

  Pada postingan ini, saya akan memberikan ulasan buku "The Little Handbook For Big Career" yang ditulis oleh Ibu Riffa Sancati, seorang Founder dan CEO   The Lens Story . Buku #thelittlehandbook banyak membantu saya untuk menemukan versi terbaik dalam diri saya untuk dapat membangun karier yang saya inginkan. Dalam buku ini, Ibu Riffa menyadarkan saya bahwa dari hal-hal kecil yang bahkan terkadang saya anggap sepele, ternyata itu bisa mendatangkan manfaat besar dalam hidup saya.    Buku ini terdiri dari 10 bab yang bahasannya sangat komplit mulai dari masa-masa sebelum terjun ke dunia kerja, bagaimana untuk meraih sukses dalam pekerjaan kita, hingga bagaimana memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Banyak insight yang saya dapatkan dari buku ini, beberapa diantaranya yaitu mengenai passion, mindset, investment, dan resilience.   Di bagian awal buku ini membahas mengenai passion .Ibu Riffa menjelaskan dengan sangat apik tentang bagaimana pengaruh passion d...

HYPOPHRENIA

Suatu ketika, kamu melihat teman kamu nampak begitu murung,  tidak seperti biasanya. Lantas kamu bertanya kepada dia  karena penasaran “Kamu kenapa?” kemudian dia hanya menjawab “sedih”. Basa basi kamu bertanya lagi “sedih kenapa?” dan hanya satu kata yang terlontar dari mulutnya “gatau”. Tidak tahu adalah jawaban andalan seseorang yang kebingungan mendeskripsikan perasaannya. Berdasarkan pengalaman dan browsing-browsing di internet, orang yang tiba-tiba sedih tanpa tahu latar belakang yang membuat ia sedih itu bisa dibilang bahwa dia sedang HYPOPHRENIA. Yep, definisi Hypophrenia sendiri adalah perasaan sedih tanpa alasan. Padahal nih awalnya kamu merasa seneng eh tiba tiba hatimu merasa ngondok, nyesek, kesel, kecewa, dan bahkan sampai kamu nangis secara tiba-tiba tanpa kamu tahu mengapa hal itu bisa terjadi.  Biasanya sih hypophrenia hanya terjadi dalam waktu satu hari. Nah, untuk mengatasi serangan hyphophrenia ini menurut saya bisa dilakukan dengan self-healing. Me...