Tulisan ini spesial aku dedikasikan untuk seseorang yang selama ini telah menemani perjalanan hidupku. Dan lewat tulisan ini, aku ingin menyampaikan begitu banyak pesan kepadanya.
Maaf, jika selama ini aku belum sepenuhnya menerima kekurangan yang ada pada dirimu dan menuntutmu untuk selalu memiliki banyak kelebihan tapi yang aku lakukan hanyalah memerintah tanpa bertindak.
Maaf, jika aku masih mendengarkan kalimat-kalimat negatif mereka sehingga membuat pikiranmu menjadi terganggu dan tidak enjoy dalam menjalani harimu.
Maaf, jika aku masih meragukan kemampuan yang ada pada dirimu padahal kamu selalu mengatakan pada diriku bahwa aku pasti bisa melewati setiap tantangan dan permasalahan dalam hidup.
Maaf, jika aku masih mengharapkan hadirnya seseorang untuk menolongku ketika aku sedang terpuruk padahal berulang kali kamu bilang bahwa satu-satunya orang yang bisa menolongku untuk menghapus kesedihanku tidak lain adalah kamu.
Maaf, jika aku masih menjadikanmu seperti anak kecil disaat kamu harus meniti jembatan untuk menuju fase kedewasaan sehingga membuatmu menjadi diremehkan orang lain dan bahkan dianggap bodoh.
Maaf, jika aku belum mampu menciptakan lingkaran pertemanan yang membuatmu nyaman sehingga pada beberapa waktu kamu harus membisu walau hati kecilmu ingin bersuara.
Maaf, jika aku masih memintamu untuk memikirkan hari esok sehingga membuatmu khawatir. Padahal kamu berulang kali bilang bahwa kekhawatiran itu terbentuk ketika aku menciptakan sendiri pemikiran negatif yang belum tentu akan terjadi padaku. Daripada memikirkan hal yang belum terjadi, kamu selalu bilang bahwa lebih baik memikirkan hari ini, melakukan suatu hal yang positif untuk menyambut hari esok yang lebih cerah.
Sekali lagi, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyakitimu. Dan lewat tulisan ini aku ingin menyampaikan bahwa aku benar-benar menyayangimu. Aku tidak ingin mengecewakanmu lebih dalam lagi. Jadi, biarkan aku memperbaiki ini semua dan tentunya aku sangat membutuhkan bantuanmu.
Dear kamu, tolong jangan pernah lelah dalam membimbingku untuk menjadi seseorang yang baik dan lebih baik lagi. Tetaplah menjadi dirimu sendiri yang menerima segala kekuranganmu dan memandang hal itu secara positif sehingga kamu selalu memiliki kemauan dan tekad untuk melahirkan banyak kelebihan dari setiap kekurangan.
Dear kamu, jangan pernah berubah hanya karena perkataan mereka yang membencimu. Jadikanlah hal itu sebagai bahan untuk evaluasi diri dan kemudian buktikanlah kepada mereka bahwa kamu tidak seperti apa yang mereka katakan. Jangan lupa untuk tetap berikan senyuman terbaikmu kepada mereka.
Dear kamu, berjanjilah untuk tetap percaya akan kekuatan berpikir positif. Aku ingat sekali quote yang menjadi peganganmu hingga saat ini dan sampai kapanpun :
I Can because I Think I Can — Jacqueline K
Dari quote ini, aku belajar bahwa pikiran kita menentukan bagaimana nasib kita kelak. Ketika aku berpikir bahwa aku tidak mampu meraih apa yang aku impikan maka aku benar-benar tidak akan pernah mendapatkannya. Namun, ketika aku berpikir bahwa aku bisa meraih apa yang aku inginkan, maka aku yakin bahwa pintu harapan itu akan terbuka dan Allah pasti akan membukakan jalan menuju pintu tersebut.
Dear kamu, tetaplah memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga kamu tidak akan mudah untuk diremehkan orang lain. Aku selalu ingat bahwa belajar itu butuh proses dan proses setiap orang dalam mempelajari sesuatu itu berbeda sehingga kamu selalu memintaku untuk tidak perlu iri pada orang lain yang lebih cepat dalam mempelajari suatu hal. Semua butuh proses dan lebih baik menikmati setiap proses itu, dan untuk urusan hasil adalah bonus dari proses yang aku lalui. Begitu katamu.
Dear kamu, tetaplah menebar kebaikan dengan siapapun sehingga kelak suatu saat lingkaran pertemanan yang kamu inginkan akan terbentuk dengan sendirinya dan akan terus menerus melebar. Jangan berhenti untuk terus melakukan perbaikan diri di hari ini, hari esok, lusa dan seterusnya sampai tiba waktunya untuk meninggalkan dunia yang melelahkan ini.
Dear kamu yang tak lain adalah si penulis dari tulisan ini. Terima kasih telah menjadi sebaik-baiknya teman hidupku.
Sincerely,
DN
Dear kamu, yang tidak lain penulis dari tulisan itu, entah mengapa aku meras senang bahwa yang kamu tuju dalam tulisan itu adalah dirimu sendiri bukan orang lain, semoga kamu tetap mencintai dirimu, dan semoga kamu tetap memahami apa yang menjadi keinginanmu.
BalasHapus