Langsung ke konten utama

Dear Kamu, ….


Tulisan ini spesial aku dedikasikan untuk seseorang yang selama ini telah menemani perjalanan hidupku. Dan lewat tulisan ini, aku ingin menyampaikan begitu banyak pesan kepadanya.
Maaf, jika selama ini aku belum sepenuhnya menerima kekurangan yang ada pada dirimu dan menuntutmu untuk selalu memiliki banyak kelebihan tapi yang aku lakukan hanyalah memerintah tanpa bertindak.

Maaf, jika aku masih mendengarkan kalimat-kalimat negatif mereka sehingga membuat pikiranmu menjadi terganggu dan tidak enjoy dalam menjalani harimu.

Maaf, jika aku masih meragukan kemampuan yang ada pada dirimu padahal kamu selalu mengatakan pada diriku bahwa aku pasti bisa melewati setiap tantangan dan permasalahan dalam hidup.

Maaf, jika aku masih mengharapkan hadirnya seseorang untuk menolongku ketika aku sedang terpuruk padahal berulang kali kamu bilang bahwa satu-satunya orang yang bisa menolongku untuk menghapus kesedihanku tidak lain adalah kamu.

Maaf, jika aku masih menjadikanmu seperti anak kecil disaat kamu harus meniti jembatan untuk menuju fase kedewasaan sehingga membuatmu menjadi diremehkan orang lain dan bahkan dianggap bodoh.

Maaf, jika aku belum mampu menciptakan lingkaran pertemanan yang membuatmu nyaman sehingga pada beberapa waktu kamu harus membisu walau hati kecilmu ingin bersuara.
Maaf, jika aku masih memintamu untuk memikirkan hari esok sehingga membuatmu khawatir. Padahal kamu berulang kali bilang bahwa kekhawatiran itu terbentuk ketika aku menciptakan sendiri pemikiran negatif yang belum tentu akan terjadi padaku. Daripada memikirkan hal yang belum terjadi, kamu selalu bilang bahwa lebih baik memikirkan hari ini, melakukan suatu hal yang positif untuk menyambut hari esok yang lebih cerah.

Sekali lagi, aku minta maaf. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyakitimu. Dan lewat tulisan ini aku ingin menyampaikan bahwa aku benar-benar menyayangimu. Aku tidak ingin mengecewakanmu lebih dalam lagi. Jadi, biarkan aku memperbaiki ini semua dan tentunya aku sangat membutuhkan bantuanmu.

Dear kamu, tolong jangan pernah lelah dalam membimbingku untuk menjadi seseorang yang baik dan lebih baik lagi. Tetaplah menjadi dirimu sendiri yang menerima segala kekuranganmu dan memandang hal itu secara positif sehingga kamu selalu memiliki kemauan dan tekad untuk melahirkan banyak kelebihan dari setiap kekurangan.

Dear kamu, jangan pernah berubah hanya karena perkataan mereka yang membencimu. Jadikanlah hal itu sebagai bahan untuk evaluasi diri dan kemudian buktikanlah kepada mereka bahwa kamu tidak seperti apa yang mereka katakan. Jangan lupa untuk tetap berikan senyuman terbaikmu kepada mereka.

Dear kamu, berjanjilah untuk tetap percaya akan kekuatan berpikir positif. Aku ingat sekali quote yang menjadi peganganmu hingga saat ini dan sampai kapanpun :
I Can because I Think I Can — Jacqueline K
Dari quote ini, aku belajar bahwa pikiran kita menentukan bagaimana nasib kita kelak. Ketika aku berpikir bahwa aku tidak mampu meraih apa yang aku impikan maka aku benar-benar tidak akan pernah mendapatkannya. Namun, ketika aku berpikir bahwa aku bisa meraih apa yang aku inginkan, maka aku yakin bahwa pintu harapan itu akan terbuka dan Allah pasti akan membukakan jalan menuju pintu tersebut.

Dear kamu, tetaplah memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga kamu tidak akan mudah untuk diremehkan orang lain. Aku selalu ingat bahwa belajar itu butuh proses dan proses setiap orang dalam mempelajari sesuatu itu berbeda sehingga kamu selalu memintaku untuk tidak perlu iri pada orang lain yang lebih cepat dalam mempelajari suatu hal. Semua butuh proses dan lebih baik menikmati setiap proses itu, dan untuk urusan hasil adalah bonus dari proses yang aku lalui. Begitu katamu.

Dear kamu, tetaplah menebar kebaikan dengan siapapun sehingga kelak suatu saat lingkaran pertemanan yang kamu inginkan akan terbentuk dengan sendirinya dan akan terus menerus melebar. Jangan berhenti untuk terus melakukan perbaikan diri di hari ini, hari esok, lusa dan seterusnya sampai tiba waktunya untuk meninggalkan dunia yang melelahkan ini.

Dear kamu yang tak lain adalah si penulis dari tulisan ini. Terima kasih telah menjadi sebaik-baiknya teman hidupku.
Sincerely,



DN

Komentar

  1. Dear kamu, yang tidak lain penulis dari tulisan itu, entah mengapa aku meras senang bahwa yang kamu tuju dalam tulisan itu adalah dirimu sendiri bukan orang lain, semoga kamu tetap mencintai dirimu, dan semoga kamu tetap memahami apa yang menjadi keinginanmu.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tom-Tomen" merupakan sesuatu yang wajar kan?

Tulisan ini dibuat setelah beberapa minggu yang lalu aku kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Seseorang yang dulu ketika aku masih sekolah dasar, pernah mengantarku berangkat sekolah menggunakan payung karena saat itu hujan deras sedang mengguyur. Kami  menyusuri jalanan menuju sekolah dengan  jalan kaki berdua. Tangan kanannya ia gunakan untuk memegangi payung yang dia arahkan diatas kepalaku supaya aku tidak kehujanan sedangkan tubuhnya hanya terlindungi sebagian saja dari payung sehingga baju dibagian punggungnya terkena hujan namun ia tidak begitu menghiraukannya. Lantas  tangan kirinya memegang erat tanganku  supaya aku tidak terpeleset karena jalanan licin.  Ketika terima rapor atau rapat orang tua siswa  dia yang selalu datang ke sekolah dengan membawa sepeda onthel. Selalu begitu, kemana-mana naik sepeda onthel, karena fisiknya masih kuat dan terkadang aku diboncengnya ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Namun, dulu aku ha...

Book Review - The Little Handbook For Big Career

  Pada postingan ini, saya akan memberikan ulasan buku "The Little Handbook For Big Career" yang ditulis oleh Ibu Riffa Sancati, seorang Founder dan CEO   The Lens Story . Buku #thelittlehandbook banyak membantu saya untuk menemukan versi terbaik dalam diri saya untuk dapat membangun karier yang saya inginkan. Dalam buku ini, Ibu Riffa menyadarkan saya bahwa dari hal-hal kecil yang bahkan terkadang saya anggap sepele, ternyata itu bisa mendatangkan manfaat besar dalam hidup saya.    Buku ini terdiri dari 10 bab yang bahasannya sangat komplit mulai dari masa-masa sebelum terjun ke dunia kerja, bagaimana untuk meraih sukses dalam pekerjaan kita, hingga bagaimana memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Banyak insight yang saya dapatkan dari buku ini, beberapa diantaranya yaitu mengenai passion, mindset, investment, dan resilience.   Di bagian awal buku ini membahas mengenai passion .Ibu Riffa menjelaskan dengan sangat apik tentang bagaimana pengaruh passion d...

HYPOPHRENIA

Suatu ketika, kamu melihat teman kamu nampak begitu murung,  tidak seperti biasanya. Lantas kamu bertanya kepada dia  karena penasaran “Kamu kenapa?” kemudian dia hanya menjawab “sedih”. Basa basi kamu bertanya lagi “sedih kenapa?” dan hanya satu kata yang terlontar dari mulutnya “gatau”. Tidak tahu adalah jawaban andalan seseorang yang kebingungan mendeskripsikan perasaannya. Berdasarkan pengalaman dan browsing-browsing di internet, orang yang tiba-tiba sedih tanpa tahu latar belakang yang membuat ia sedih itu bisa dibilang bahwa dia sedang HYPOPHRENIA. Yep, definisi Hypophrenia sendiri adalah perasaan sedih tanpa alasan. Padahal nih awalnya kamu merasa seneng eh tiba tiba hatimu merasa ngondok, nyesek, kesel, kecewa, dan bahkan sampai kamu nangis secara tiba-tiba tanpa kamu tahu mengapa hal itu bisa terjadi.  Biasanya sih hypophrenia hanya terjadi dalam waktu satu hari. Nah, untuk mengatasi serangan hyphophrenia ini menurut saya bisa dilakukan dengan self-healing. Me...