Langsung ke konten utama

Rasa Kehilangan itu Tidak Selamanya Buruk

Satu tahun yang lalu tepatnya tanggal 3 April 2018, aku kehilangan seorang laki-laki yang sangat berharga dalam hidupku. Hari itu aku ingat sekali, ketika seharian aku berada di kampus, tepatnya setelah isya aku selesai menjalani praktikum yang menjadi ujian terberatku, aku mendapat kabar bahwa Bapak masuk ICU.  Banyak chat WA yang masuk dari grup keluarga dan personal chat dari kakakku yang menyuruhku untuk cepat pulang. Saat itu juga aku langsung minta izin untuk pulang. Dalam pikiranku, aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku menjalani praktikum jika kabar itu aku dapatkan sebelum praktikum dimulai. Allah memang sebaik-baiknya Maha Pengatur hidup seseorang. 

In short story, Bapak meninggal setelah beberapa jam masuk ICU. Kalau tidak salah waktu itu pukul 22.00 WIB. Besoknya, Bapak langsung dimakamkan di pemakaman dekat rumah. Hari-hari setelah Bapak meninggal, aku selalu terbayang-bayang dengan sosoknya di setiap sudut rumah. Tak hanya aku, Ibuku pun juga merasakan hal yang sama denganku. Ibu lebih terpuruk daripada aku karena Ibu lah yang selalu merawat Bapak setiap kali masuk rumah sakit. Ibu yang selalu menyiapkan makanan untuk Bapak dan menuntunnya setiap kali ingin pergi ke kamar mandi. 

Sesekali aku teringat masa-masa bersama dengan Bapak. Ketika aku dibonceng naik sepeda onthel sewaktu aku masih TK, diajari matematika saat aku masih SD dan kebersamaan kami berdua sewaktu aku menjaganya di rumah sakit. Day after day, aku belajar untuk melepaskan. Aku teringat kata pepatah bahwa seseorang yang hadir dalam hidup kita itu tidak selamanya ditakdirkan untuk  menetap dan menemani kita. Karena setiap yang lahir pasti akan mati dan setiap hello akan selalu berakhir dengan goodbye. Aku tidak boleh terus-terusan meratapi rasa kehilangan ini. AKU HARUS BANGKIT. Ku jadikan rasa sakit dan kehilangan ini sebagai cambuk agar aku bisa menjadi seorang anak perempuan yang kuat dan tegar. 

Kini giliran tugasku untuk menemani dan menjaga Ibu. Rasa kehilangan ini telah mengajarkanku tentang arti menghargai. Kita tidak pernah tahu kapan seseorang yang sangat kita cintai itu meninggalkan kita maka dari itulah kita harus menghargai setiap detik kehadirannya dan setiap kebaikan yang dilakukannya untuk kita. Dari sini, aku menyadari bahwa rasa sakit yang menghampiri kita itu tidak akan membuat kita jatuh untuk selamanya, justru dengan rasa sakit itu kita bisa menjadi seseorang yang lebih baik. 

Jika kita merindukan seseorang yang telah pergi meninggalkan kita maka salah satu cara untuk mengobati rindu itu adalah dengan DOA.  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tom-Tomen" merupakan sesuatu yang wajar kan?

Tulisan ini dibuat setelah beberapa minggu yang lalu aku kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Seseorang yang dulu ketika aku masih sekolah dasar, pernah mengantarku berangkat sekolah menggunakan payung karena saat itu hujan deras sedang mengguyur. Kami  menyusuri jalanan menuju sekolah dengan  jalan kaki berdua. Tangan kanannya ia gunakan untuk memegangi payung yang dia arahkan diatas kepalaku supaya aku tidak kehujanan sedangkan tubuhnya hanya terlindungi sebagian saja dari payung sehingga baju dibagian punggungnya terkena hujan namun ia tidak begitu menghiraukannya. Lantas  tangan kirinya memegang erat tanganku  supaya aku tidak terpeleset karena jalanan licin.  Ketika terima rapor atau rapat orang tua siswa  dia yang selalu datang ke sekolah dengan membawa sepeda onthel. Selalu begitu, kemana-mana naik sepeda onthel, karena fisiknya masih kuat dan terkadang aku diboncengnya ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Namun, dulu aku ha...

Book Review - The Little Handbook For Big Career

  Pada postingan ini, saya akan memberikan ulasan buku "The Little Handbook For Big Career" yang ditulis oleh Ibu Riffa Sancati, seorang Founder dan CEO   The Lens Story . Buku #thelittlehandbook banyak membantu saya untuk menemukan versi terbaik dalam diri saya untuk dapat membangun karier yang saya inginkan. Dalam buku ini, Ibu Riffa menyadarkan saya bahwa dari hal-hal kecil yang bahkan terkadang saya anggap sepele, ternyata itu bisa mendatangkan manfaat besar dalam hidup saya.    Buku ini terdiri dari 10 bab yang bahasannya sangat komplit mulai dari masa-masa sebelum terjun ke dunia kerja, bagaimana untuk meraih sukses dalam pekerjaan kita, hingga bagaimana memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Banyak insight yang saya dapatkan dari buku ini, beberapa diantaranya yaitu mengenai passion, mindset, investment, dan resilience.   Di bagian awal buku ini membahas mengenai passion .Ibu Riffa menjelaskan dengan sangat apik tentang bagaimana pengaruh passion d...

HYPOPHRENIA

Suatu ketika, kamu melihat teman kamu nampak begitu murung,  tidak seperti biasanya. Lantas kamu bertanya kepada dia  karena penasaran “Kamu kenapa?” kemudian dia hanya menjawab “sedih”. Basa basi kamu bertanya lagi “sedih kenapa?” dan hanya satu kata yang terlontar dari mulutnya “gatau”. Tidak tahu adalah jawaban andalan seseorang yang kebingungan mendeskripsikan perasaannya. Berdasarkan pengalaman dan browsing-browsing di internet, orang yang tiba-tiba sedih tanpa tahu latar belakang yang membuat ia sedih itu bisa dibilang bahwa dia sedang HYPOPHRENIA. Yep, definisi Hypophrenia sendiri adalah perasaan sedih tanpa alasan. Padahal nih awalnya kamu merasa seneng eh tiba tiba hatimu merasa ngondok, nyesek, kesel, kecewa, dan bahkan sampai kamu nangis secara tiba-tiba tanpa kamu tahu mengapa hal itu bisa terjadi.  Biasanya sih hypophrenia hanya terjadi dalam waktu satu hari. Nah, untuk mengatasi serangan hyphophrenia ini menurut saya bisa dilakukan dengan self-healing. Me...