Langsung ke konten utama

Mari Kita Sambut UAS

Wah tidak terasa ya perjalanan kuliahku sudah sampai di penghujung semester 5, semester yang benar-benar menguras waktu, tenaga, uang dan bahkan air mata. Di semester 5 ini aku baru mulai merasakan dunia perkuliahan yang sebenarnya. Let me tell you suka duka ku menjalani hidup sebagai mahasiswa setengah tua. Hmm, jika di semester 4 kemarin aku sudah mencicipi gimana rasanya seorang perempuan berumur 19 tahun nggak tidur dalam 1-2 hari, kini di semester 5 tidur menjadi hal yang semakin tabu. Why? Karena di semester 5 ini hobi menulisku semakin berkembang dengan adanya 14 laporan tulis tangan yang terbit setelah praktikum ditambah lagi dengan laporan praktikum lain yang membuatku menjadi seperti bang toyib yang jarang pulang karena harus mengerjakan laporan di kosan teman atau di tempat makan 24 jam. Hal itu membuatku tidak tidur bahkan nggak cuma 2 hari doang tapi lebih.   Orangtua ku sempat khawatir dengan aku yang jarang tidur. “tidak apa-apa bu, pak. Ini belum ada apa-apanya dengan keringat yang ibu bapak keluarkan untuk membiayai ku sekolah dari aku kecil.” Kataku pada mereka. Semangatku dalam menjalani kuliah tak lepas dari mereka selaku penyumbang doa yang ditujukan untuk anak bungsunya agar cepat meraih gelar sarjana serta tak lepas dari kakak-kakakku selaku penyumbang biaya kuliahku selama ini. Jadi, aku tidak mungkin kuliah seenakku sendiri yang bisa saja bolos atau titip absen kapanpun aku mau atau kuliah tanpa mendapatkan ilmu sama sekali dalam arti walaupun hadir dalam perkuliahan di kelas tapi malah tidur atau main hape hehe. Tapi kalau memang keadaan memaksaku untuk bolos ya aku akan bolos. Seperti kecapekan setelah praktikum sampai malem terus paginya jadi kesiangan, atau gegara nglembur ngerjain laporan karena harus ngejar deadline . Bagiku bolos itu halal kecuali jika bolos terus main ke mall atau untuk sesuatu yang tidak penting dalam artian bisa dilakukan setelah kuliah selesai, Iya kan?? Hehe. Di semester ini pula aku dipertemukan dalam suatu kelompok untuk menyelesaikan suatu laporan maupun tugas. Nah,  perasaanku atau mungkin kalian juga ngerasain jika tugas kelompok itu membuat tekanan batin. Karena di kelompok itu ada anggota yang kalau dihitung hanya berkontribusi sedikit bahkan tidak sama sekali. Padahal tugasnya susah, tapi kenapa malah dari kelompok itu hanya 2 atau 3 orang saja yang bekerja. Padahal juga nih, udah dibagi tugas tapi ada yang bekerja secara nggak maksimal jadi harus di benerin sama yang emang paham sama tugasnya. Bukannya nggak ngehargain kerja mereka sih, tapi kan kita nggak mau dapet nilai yang nggak maksimal. Selagi kita bisa membenahi buat dapet nilai yang bagus, kenapa nggak kita lakuin? Yah walaupun kita bekerja 2 kali tapi bagiku itu sangat bermanfaat karena selain dapat  pahala, aku juga semakin paham sama materi sehingga pas diuji  aku bisa menjawab semua pertanyaan deh, Hehe. Selain karena laporan dan praktikum yang membuat aku under pressure adalah dosen killer di salah satu mata kuliah. Sebenarnya aku tidak berniat mengambil dosen tersebut tapi karena sewaktu KRS jadwal mata kuliah itu bertabrakan dengan mata kuliah praktikum jadi yang harus di revisi adalah mata kuliah non praktikum dan yang bisa diambil hanyalah kelas dosen itu, jadi yasudah lah...mau gimana lagi coba. Ternyata setelah kelas dimulai, jumlah mahasiswanya cuma 15 orang doang, itupun kalau pada masuk semua lha padahal tahu sendiri anak kuliahan ndablegnya kayak apa jadi setiap pertemuan pasti ada yang ngga masuk sehingga membuat suasana kelas sepi ditambah pembawaan dosen yang terkesan tegang. Hadeuh... pokoknya aku paling takut kalau udah masuk kelas ini. dan disisi lain, tugas dan kuis yang diberikan susah, cari literatur juga ga gampang. Tapi ada sisi positif juga sih aku ngambil mata kuliah dengan dosen ini yakni aku jadi lebih disiplin dan semakin mendapat dorongan untuk segera menyelesaikan tugas sehingga disitu aku benar-benar berjuang agar tugasku dapat selesai dengan sempurna. Hal lain yang membuat aku scared dengan dosen ini adalah masalah nilai. Kata kakak tingkat sih dosen ini kalau memberi nilai pelit. Yaudah sih, aku ambil sisi positifnya aja, kalau seperti itu malah semakin membuatku belajar serius supaya taun depan nggak ketemu sama mata kuliah ini lagi, masalah hasilnya tinggal aku serahin ke Allah. Dan......jika semua itu dijalani dengan tulus dan ikhlas nggak kerasa sudah sampai di akhir jalan kan? Padahal kemarin pas lagi capek-capeknya ngerasain jerih payah di pertengahan semester ini.. I always wondering...”kapan yaa semester ini berakhir?” karena aku merasa udah nggak sanggup lagi. Tapi kadang aku juga mikir “kalau di semester 5 aja aku udah ngeluh, gimana kalau ngerjain skripsi? Pasti akan lebih dari ini semua.” Yaa namanya kan juga kuliah, seperti mendaki gunung. Kita harus melewati medan yang seperti itulah (anak gunung pasti tau) pokoknya ga gampang kalau mau sampai ke puncak. Kalau kita mau berusaha pasti akan ada hasilnya. Kalau ada tugas ya dikerjain satu per satu pasti juga selesai. Jangan lupa meminta pertolongan sama Allah untuk dimudahkan. Akhirnyaa..yaa ini nggak terasa kan bentar lagi ujian semester dan liburan pun sudah menanti, horeee. Note to myself, for everyone yang mau aja sih... jadi, setiap kali malas belajar karena materinya sejagad raya, ingatlah kembali motivasi kuliahmu itu untuk apa, kamu bisa kuliah juga karena siapa, jika kamu nggak lulus lulus apa hanya kamu yang merasa kecewa? Enggak kan? Jadi, silahkan kreasikan gimana caramu untuk jadi seseorang yang patut untuk di banggakan. Kalau aku sendiri, selalu berpedoman pada quote (aku lupa quote siapa) yang mengatakan bahwa seseorang akan tetap dianggap keberadaannya oleh orang lain jika orang tersebut mempunyai ilmu pengetahuan. So, have you deciced what to do now?         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Tom-Tomen" merupakan sesuatu yang wajar kan?

Tulisan ini dibuat setelah beberapa minggu yang lalu aku kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Seseorang yang dulu ketika aku masih sekolah dasar, pernah mengantarku berangkat sekolah menggunakan payung karena saat itu hujan deras sedang mengguyur. Kami  menyusuri jalanan menuju sekolah dengan  jalan kaki berdua. Tangan kanannya ia gunakan untuk memegangi payung yang dia arahkan diatas kepalaku supaya aku tidak kehujanan sedangkan tubuhnya hanya terlindungi sebagian saja dari payung sehingga baju dibagian punggungnya terkena hujan namun ia tidak begitu menghiraukannya. Lantas  tangan kirinya memegang erat tanganku  supaya aku tidak terpeleset karena jalanan licin.  Ketika terima rapor atau rapat orang tua siswa  dia yang selalu datang ke sekolah dengan membawa sepeda onthel. Selalu begitu, kemana-mana naik sepeda onthel, karena fisiknya masih kuat dan terkadang aku diboncengnya ke sekolah atau pergi ke suatu tempat. Namun, dulu aku ha...

Book Review - The Little Handbook For Big Career

  Pada postingan ini, saya akan memberikan ulasan buku "The Little Handbook For Big Career" yang ditulis oleh Ibu Riffa Sancati, seorang Founder dan CEO   The Lens Story . Buku #thelittlehandbook banyak membantu saya untuk menemukan versi terbaik dalam diri saya untuk dapat membangun karier yang saya inginkan. Dalam buku ini, Ibu Riffa menyadarkan saya bahwa dari hal-hal kecil yang bahkan terkadang saya anggap sepele, ternyata itu bisa mendatangkan manfaat besar dalam hidup saya.    Buku ini terdiri dari 10 bab yang bahasannya sangat komplit mulai dari masa-masa sebelum terjun ke dunia kerja, bagaimana untuk meraih sukses dalam pekerjaan kita, hingga bagaimana memperoleh kebahagiaan dalam hidup. Banyak insight yang saya dapatkan dari buku ini, beberapa diantaranya yaitu mengenai passion, mindset, investment, dan resilience.   Di bagian awal buku ini membahas mengenai passion .Ibu Riffa menjelaskan dengan sangat apik tentang bagaimana pengaruh passion d...

HYPOPHRENIA

Suatu ketika, kamu melihat teman kamu nampak begitu murung,  tidak seperti biasanya. Lantas kamu bertanya kepada dia  karena penasaran “Kamu kenapa?” kemudian dia hanya menjawab “sedih”. Basa basi kamu bertanya lagi “sedih kenapa?” dan hanya satu kata yang terlontar dari mulutnya “gatau”. Tidak tahu adalah jawaban andalan seseorang yang kebingungan mendeskripsikan perasaannya. Berdasarkan pengalaman dan browsing-browsing di internet, orang yang tiba-tiba sedih tanpa tahu latar belakang yang membuat ia sedih itu bisa dibilang bahwa dia sedang HYPOPHRENIA. Yep, definisi Hypophrenia sendiri adalah perasaan sedih tanpa alasan. Padahal nih awalnya kamu merasa seneng eh tiba tiba hatimu merasa ngondok, nyesek, kesel, kecewa, dan bahkan sampai kamu nangis secara tiba-tiba tanpa kamu tahu mengapa hal itu bisa terjadi.  Biasanya sih hypophrenia hanya terjadi dalam waktu satu hari. Nah, untuk mengatasi serangan hyphophrenia ini menurut saya bisa dilakukan dengan self-healing. Me...